Lihat sebagai tabel
| Periode | Nilai (miliar Rp) | Perubahan |
|---|---|---|
| TW II 2026 | 8.449,77 | Naik 7,92% |
| TW I 2026 | 8.006,5 | Naik 6,82% |
| TW IV 2025 | 7.460,25 | Naik 6,35% |
| TW III 2025 | 7.919,19 | Naik 7,05% |
| TW II 2025 | 7.829,4 | Naik 8,15% |
| TW I 2025 | 7.495,46 | Naik 5,77% |
| TW IV 2024 | 7.014,55 | Naik 1,1% |
| TW III 2024 | 7.397,83 | Naik 2,64% |
| TW II 2024 | 7.239,5 | – |
| TW I 2024 | 7.086,89 | – |
| TW IV 2023 | 6.938,11 | – |
| TW III 2023 | 7.207,31 | – |
Apa ini dan cara membacanya
Definisi: Nilai tambah bruto atas barang dan jasa yang diproduksi di suatu wilayah (provinsi/kabupaten/kota), dengan nilai barang dan jasa dihitung menggunakan harga yang berlaku pada waktu itu.
Konsep produk domestik regional bruto (PDRB): Nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam sektor perekonomian pada suatu wilayah, atau merupakan nilai ekonomi barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi di wilayah tertentu.
Cara menghitung: Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku diperoleh dengan menjumlahkan Nilai Tambah Bruto masing-masing lapangan usaha di suatu wilayah tertentu yang diukur atas dasar harga berlaku.
Cara membaca: Menunjukkan besaran nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas ekonomi suatu wilayah pada periode tertentu yang dinilai atas dasar harga berlaku.
Metadata: Standar Data Statistik Nasional kode 32010044; metadata indikator Direktorat Neraca Produksi (DNA BPS) · lihat metadata lengkap
Di katalog metadata: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) · dihasilkan oleh Kompilasi Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) · disalin 23 Oktober 2026
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, tabel dinamis variabel 625