Lompat ke isi halaman
Indikator Kemiskinan dan Ketimpangan
Cerita Data · Kemiskinan dan Ketimpangan

Jumlah Penduduk Miskin

187,9 ribu jiwa

Kabupaten Bangkalan · 2025

Ringkasnya

Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten Bangkalan pada 2025 tercatat 187,9 ribu jiwa. Angka ini turun 1,59% dari 2024.

Dalam 10 periode yang tersedia, dari 2016 sampai 2025, angkanya turun dari 205,71 menjadi 187,9 ribu jiwa. Angka tertinggi 215,97 ribu jiwa terjadi pada 2021, dan terendah 186,11 ribu jiwa pada 2019.

Kalimat di atas disusun otomatis dari angka yang dirilis BPS dan ikut berubah ketika angkanya diperbarui.

Lihat sebagai tabel
Periode Nilai (ribu jiwa) Perubahan
2025 187,9 Turun 1,59%
2024 190,94 Turun 2,91%
2023 196,66 Naik 0,28%
2022 196,11 Turun 9,2%
2021 215,97 Naik 5,87%
2020 204 Naik 9,61%
2019 186,11 Turun 2,73%
2018 191,33 Turun 7,36%
2017 206,53 Naik 0,399%
2016 205,71 –
Apa ini dan cara membacanya

Definisi: Banyaknya penduduk yang tidak mampu memenuhi hak dasar (hak atas pangan, sandang, layanan kesehatan, layanan pendidikan, pekerjaan dan berusaha, dan/atau perumahan) secara layak dan mandiri dan memiliki rata- rata pengeluaran per kapita sebulan di bawah garis kemiskinan.

Konsep penduduk miskin: Penduduk yang tidak mampu memenuhi hak dasar (hak atas pangan, sandang, layanan kesehatan, layanan pendidikan, pekerjaan dan berusaha, dan/atau perumahan) secara layak dan mandiri; atau penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan di bawah garis kemiskinan.

Cara menghitung: Jumlah penduduk dengan dinilai pengeluaran per kapita di bawah garis kemiskinan.

Cara membaca: Semakin besar nilai, maka semakin banyak jumlah penduduk miskin.

Metadata: Standar Data Statistik Nasional kode 33110018; metadata indikator Direktorat Statistik Ketahanan Sosial (DNA BPS) · lihat metadata lengkap

Di katalog metadata: Jumlah Penduduk Miskin · dihasilkan oleh Kompilasi Data Penghitungan dan Analisis Kemiskinan Makro di Indonesia · disalin 23 Oktober 2026

Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, tabel dinamis variabel 421

Bagikan cerita ini: WhatsApp

Masih di tema Kemiskinan dan Ketimpangan

Layanan ini menggunakan API Badan Pusat Statistik (BPS).

Halaman ini penyajian ulang angka yang sudah dirilis BPS, bukan publikasi resmi.