Lihat sebagai tabel
| Periode | Nilai (ribu jiwa) | Perubahan |
|---|---|---|
| 2025 | 187,9 | Turun 1,59% |
| 2024 | 190,94 | Turun 2,91% |
| 2023 | 196,66 | Naik 0,28% |
| 2022 | 196,11 | Turun 9,2% |
| 2021 | 215,97 | Naik 5,87% |
| 2020 | 204 | Naik 9,61% |
| 2019 | 186,11 | Turun 2,73% |
| 2018 | 191,33 | Turun 7,36% |
| 2017 | 206,53 | Naik 0,399% |
| 2016 | 205,71 | – |
Apa ini dan cara membacanya
Definisi: Banyaknya penduduk yang tidak mampu memenuhi hak dasar (hak atas pangan, sandang, layanan kesehatan, layanan pendidikan, pekerjaan dan berusaha, dan/atau perumahan) secara layak dan mandiri dan memiliki rata- rata pengeluaran per kapita sebulan di bawah garis kemiskinan.
Konsep penduduk miskin: Penduduk yang tidak mampu memenuhi hak dasar (hak atas pangan, sandang, layanan kesehatan, layanan pendidikan, pekerjaan dan berusaha, dan/atau perumahan) secara layak dan mandiri; atau penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan di bawah garis kemiskinan.
Cara menghitung: Jumlah penduduk dengan dinilai pengeluaran per kapita di bawah garis kemiskinan.
Cara membaca: Semakin besar nilai, maka semakin banyak jumlah penduduk miskin.
Metadata: Standar Data Statistik Nasional kode 33110018; metadata indikator Direktorat Statistik Ketahanan Sosial (DNA BPS) · lihat metadata lengkap
Di katalog metadata: Jumlah Penduduk Miskin · dihasilkan oleh Kompilasi Data Penghitungan dan Analisis Kemiskinan Makro di Indonesia · disalin 23 Oktober 2026
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, tabel dinamis variabel 421