Lompat ke isi halaman
Indikator Kemiskinan dan Ketimpangan
Cerita Data · Kemiskinan dan Ketimpangan

Gini Ratio

0,281

Kabupaten Bangkalan · 2025

Ringkasnya

Gini Ratio Kabupaten Bangkalan pada 2025 tercatat 0,281. Angka ini turun 0,02 poin dari 2024.

Dalam 8 periode yang tersedia, dari 2018 sampai 2025, angkanya turun dari 0,287 menjadi 0,281. Angka tertinggi 0,322 terjadi pada 2020, dan terendah 0,281 pada 2025.

Pada 2025, angka Bangkalan lebih rendah dari Jawa Timur (0,369) dan Indonesia (0,375). Di antara 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, Bangkalan berada di urutan ke-34 bila diurutkan dari angka tertinggi, dan urutan ke-2 dari 4 kabupaten di Madura. Urutan ini menunjukkan besar angkanya, bukan penilaian baik atau buruk.

Kalimat di atas disusun otomatis dari angka yang dirilis BPS dan ikut berubah ketika angkanya diperbarui.

Lihat sebagai tabel
Periode Nilai Perubahan
2025 0,281 Turun 0,02 poin
2024 0,301 Tetap
2023 0,299 Turun 0,007 poin
2022 0,306 Tetap
2021 0,303 Turun 0,019 poin
2020 0,322 Naik 0,008 poin
2019 0,314 Naik 0,027 poin
2018 0,287 –

Dibanding wilayah lain

· 2025

Apa ini dan cara membacanya

Definisi: Indikator yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan yang dapat dibelanjakan (atau pengeluaran konsumsi) penduduk secara menyeluruh.

Konsep pengeluaran: Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi barang dan jasa, baik yang berasal dari pembelian, pemberian, maupun produksi sendiri, yang dibedakan atas konsumsi makanan maupun bukan makanan tanpa memperhatikan asal barang, tidak termasuk konsumsi/pengeluaran untuk keperluan usaha atau yang diberikan kepada pihak lain.

Cara membaca: Makin rendah makin merata. Di bawah 0,3 tergolong ketimpangan rendah, 0,3 sampai 0,5 sedang, dan di atas 0,5 tinggi. Diukur dari Susenas Maret.

Metadata: Standar Data Statistik Nasional kode 33110012 (DNA BPS)

Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, tabel dinamis variabel 488

Bagikan cerita ini: WhatsApp

Masih di tema Kemiskinan dan Ketimpangan

Layanan ini menggunakan API Badan Pusat Statistik (BPS).

Halaman ini penyajian ulang angka yang sudah dirilis BPS, bukan publikasi resmi.